Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mengenal Liz Setiaatmadja Womenpreneur Indonesia

Mengenal Lebih Dekat Liz Setiaatmaja Womenpreneur Indonesia

Elizabeth Setiaatmadja, nama yang tidak asing lagi di kalangan entrepreneur. Namun mungkin masih banyak masyarakat yang belum mengenal sosok womenpreneur Indonesia yang satu ini.

Beliau adalah  putri sulung dari Jahja Setiaatmaja, CEO sebuah bank swasta ternama di Indonesia. Akan tetapi, jangan salah sangka! Kesuksesan yang berhasil diraih Liz, begitu beliau biasa dipanggil, bukan karena privilege yang didapatkan dari keluarga.

Alih-alih memanfaatkan jabatan sang ayah, Liz memilih bekerja keras dan merintis karirnya sendiri dari nol hingga ia bisa menjadi seperti sekarang. Seorang pebisnis perempuan yang berjiwa sosial tinggi.

Seperti halnya tokoh-tokoh sukses lainnya, ada banyak pelajaran yang bisa kita petik dari sosok Elizabeth Setiaatmadja. 

Terutama terkait perjuangannya dalam membangun bisnis dan ketertarikannya di dunia sosial. Untuk lebih jelasnya yuk kita bahas!

Mengenal lebih dekat Liz Setiaatmadja

Liz Setiaatmaja

Menarik sekali mengintip perjalanan karir Liz Setiaatmadja. Terlahir dari keluarga berada tidak lantas membuatnya menjadi perempuan yang tinggi hati. 

Sebaliknya, perempuan yang telah malang melintang di dunia bisnis ini begitu peduli terhadap sesama. Tidak heran jika beliau tergerak menggeluti bidang sociopreneur.

Sejak kecil sudah bercita-cita menjadi business woman

Anak-anak zaman dulu ketika ditanya tentang cita-cita jawabannya tidak jauh-jauh dari dokter, perawat, guru, pengacara dan lain sebagainya.

Beda halnya dengan Liz kecil yang ketika ditanya ingin menjadi apa kelak, beliau selalu menjawab dengan mantap. I want to be a business woman.

Tidak heran, jiwa bisnis Liz memang sudah nampak sejak masih belia. Saat duduk di bangku SD Liz kecil sudah suka berjualan. Mulai dari jualan kartu natal, label nama hingga kalung.

Begitupula saat melanjutkan studi di Sydney, Australia. Meski orang tuanya sudah mewanti-wanti agar Liz fokus dengan kuliahnya saja, namun beliau tidak bisa menahan diri untuk tidak berjualan. 

Apalagi ketika itu Liz menemukan peluang bisnis yang bagus dengan berjualan kartu telepon kepada mahasiswa Indonesia. Benar saja, hasil dari jualan kartu telepon itu sangat menguntungkan dan beliau sampai memiliki banyak reseller.

Tidak hanya itu, ketika duduk di bangku sekolah Liz juga sudah memiliki penghasilan sendiri lho

Sejak kecil Liz memang senang mengikuti berbagai macam les, seperti les musik, les bahasa inggris dan juga les menari sehingga beliau cepat menguasai berbagai skill.

Salah satu keahliannya yang menonjol adalah pada bidang musik. Karena itu saat masih sekolah Liz sudah menjadi guru musik di luar jam sekolah dan sering pula ditunjuk menjadi asisten guru.

Berkarir tanpa membawa nama besar sang ayah

Wajar sukses, ayahnya kan seorang konglomerat. Pimpinan perusahaan bank swasta terbesar.

Wah, jangan salah! Seperti yang sudah disebutkan di awal, seorang Liz Setiaatmadja bisa menjadi womenpreneur Indonesia seperti sekarang itu karena hasil jerih payahnya sendiri.

Sebenarnya setelah kuliah beliau bisa saja berpangku tangan dan mengandalkan kekuasaan sang ayah. Namun Liz lebih memilih melepaskan privilege tersebut.

Beliau lebih suka berdiri di atas kaki sendiri sekalipun harus meniti karir dari nol. Bagi Liz, kesuksesan ayahnya adalah pencapaian ayahnya sendiri. Beliau justru merasa akan lebih berharga jika bisa berusaha dengan jerih payahnya sendiri untuk meraih kesuksesan.

Dalam perjalanan karirnya, Liz Setiaatmadja pernah bekerja sebagai auditor di Ernst & Young. Namun karena merasa passion-nya ada di dunia bisnis, ditambah pernah menderita autoimun yang membuatnya harus istirahat dalam kurun waktu yang cukup lama sehingga Liz kemudian memutuskan resign.

Setelah mengundurkan diri dari pekerjaan sebelumnya, Liz sempat membantu suaminya membangun production house yang diberi nama Chronicles Production sebelum akhirnya fokus mengelola bisnisnya sendiri.

Memiliki kepedulian sosial yang tinggi

Sejak dini Liz sudah suka berbagi terhadap sesama. Tentu jiwa sosialnya itu tidak terlepas dari didikan orang tua Liz yang selalu menanamkan nilai-nilai sosial.

Salah satu aksi sosial yang menurut perempuan pebisnis ini sangat berkesan dan tidak terlupakan adalah ketika beliau menginisiasi Gerakan Peduli Medis dengan membagi-bagikan baju APD kepada para tenaga medis yang membutuhkan.

Berkat kerjasama dengan temannya yang memiliki pabrik garmen, Liz berhasil mendistribusi sekitar 360 ribu baju APD kepada tenaga medis hingga ke pelosok.

Karena gerakan tersebut, banyak orang yang tertolong. Termasuk pemilik usaha garmen dan karyawanya. Mengingat masa awal pandemi banyak perusahan yang tutup bahkan gulung tikar.

Namun pabrik garmen tersebut tetap jalan, memproduksi ribuan baju APD yang kemudian dijual dengan harga modal. Bahkan Liz sama sekali tidak mengambil keuntungan dari pengadaan baju APD tersebut.

Setelah sukses dengan Gerakan Peduli Medis, Liz membuka proyek baru yaitu Peduli Suku Anak Dalam di Jambi dengan tujuan ingin membantu mereka mendapat penghidupan yang layak. 

Sayangnya proyek tersebut kini telah berhenti karena hidup Suku Anak Dalam yang masih nomaden. Belum tinggal menetap.

Perempuan yang multitalenta

Tidak heran jika Elizabeth Setiaatmadja dinobatkan sebagai perempuan yang multitalenta. Bagaimana tidak? 

Sejak kecil beliau sudah memiliki banyak keahlian. Menari, bermain musik, jago bahasa Inggris dan lain sebagainya.

Beliau juga merupakan pakar komunikasi lho. Namun bukan hanya itu, kemampuannya dalam menggaet jaringan atau memperluas jaringan juga membuatnya dikenal sebagai networking expert.

Tergerak menjadi sociopreneur

Bisnis dan sosial, dua hal yang sepertinya tidak bisa dipisahkan dari perjalanan hidup Elizabeth Setiaatmadja. Ketika orang lain membangun bisnis dengan tujuan meraih profit semata, keinginan Liz lebih dari itu.

Lewat bisnis, Liz ingin menolong banyak orang. Karena itu beliau terpanggil menjadi sociopreneur.

Nah, salah satu bisnis yang beliau geluti saat ini adalah Belle Couture yang memproduksi dua jenis produk unggulan yaitu Caremax dan Aviair. 

Caremax merupakan produk masker yang memiliki kelebihan tidak berbau dan terdapat lapisan antibakteri sehingga virus yang menempel pada lapisan masker akan mati pada menit kedua hingga menit ke-30.

Produk unggulan lainnya dari Belle Couture adalah Aviair yaitu produk kalung yang berguna melindungi diri dari partikel beracun di udara. 

Dalam waktu dekat, Belle Couture juga akan meluncurkan produk terbaru berupa Healthy Snacks, yaitu produk olahan berbahan sorgum yang sangat cocok untuk diabetes dan autisme. 

Itu dia sedikit ulasan dari Cerita Ayah mengenai sosok womenprenur Indonesia yang kisah hidupnya dapat menginspirasi kita semua.

Nah, kalau Sobat tertarik mengetahui lebih jauh tentang Elizabeth Setiaatmadja silakan langsung follow akun instagramnya di @liz_setiaatmadja_official serta akun youtube nya @journaliz dan @showliz.

Semoga bermanfaat.


1 komentar untuk "Mengenal Liz Setiaatmadja Womenpreneur Indonesia"

  1. Seorang pebisnis perempuan yang berjiwa sosial tinggi.
    visit link my websiteTel-U

    BalasHapus